DI Indonesia tidak banyak orang menggunakan daging wagyu sebagai bahan utama masakan. Padahal, teksturnya yang lembut, sangat cocok untuk di buat menjadi makanan Indonesia.
Terlebih ditambah dengan bumbu rempah-rempah membuat daging wagyu akan terasa lebih lezat untuk disantap.
"Daging wagyu cocok untuk di masak makanan Indonesia seperti, rendang, rawon dan bakso," ujar Chef Stefu Santoso, Executive Chef Energy Cafe saat mendemokan masakan, di Energy Cafe, SCBD, Jakarta, 26 Juni 2014.
Selain teksturnya yang lembut kandungan lemak pada daging wagyu akan membuat makanan semakin gurih.
"Lemak pada daging wagyu akan meleleh ketika di masak, ini yang membuat daging terasa lebih enak," tutupnya.
DAGING wagyu dikenal sebagai daging dengan kualitas terbaik di dunia. Wagyu memang terkenal karena tekstur yang empuk, cita rasanya yang istimewa.
Teksturnya yang lembut membuat daging wagyu tidak bisa disimpan di sembarang tempat. Executive Chef Energy Cafe, Chef Stefu Santoso memberi tip untuk menyimpan daging wagyu.
"Daging wagyu sebaiknya jangan di simpan di frezzer, karena akan membuatnya beku. Jika ingin membuatnya beku, sebaiknya beli daging beku," ujar Chef Stefu saat mendemokan masakan wagyu, di Energy Cafe, di SCBD, Jakarta, baru-baru ini.
Selain membuatnya beku, menyimpan daging wagyu di frezzer akan membuat kandungan air semakin banyak.
"Kandungan air yang banyak akan membuat wagyu memiliki kristal-kristal es. Esnya akan merusak daging," jelasnya.
Daging wagyu yang rusak akan mempengaruhi cita rasa dari daging tersebut.
"Menyimpan daging wagyu tergantung kapan di masaknya, jika kesokan hari di masak simpan saja di lemari es jangan di frezzer," tutupnya.
Lalu bagaimana dengan pecinta Chinese Food? tampaknya tidak lengkap jika menikmati braissed beef noodle. Bukan hanya lezat, cita rasa yang disajikan pun dijamin otentik.
“Ini merupakan suguhan mie, yang diberi kuah kaldu ayam dan ada tiga pilihan mie yang berbeda,” ucap Chef, FX Bayu Adhi Nugroho.
Ada tiga varian mie yang disuguhkan. Pertama merupakan mie udon impor, lalu mie kuning yang kenyal, dan mie Hong Kong yang lebih tipis. Kuah kaldu diambil dari sari ayam utuh, yang direbus kurang lebih delapan jam. Setelah kaldunya habis, ayam tersebut tidak digunakan kembali.
Semua varian mie disuguhkan dengan kuah kaldu yang sama. Disajikan dengan kuah kaldu, sayuran hijau seperti pokcoy, brokoli, dan tunas kol. Lengkap juga dengan potongan daging sapi sebagai toppingnya. Gurih, sedap dan nikmat merupakan cita rasa yang akan dirasakan ketika menyantapnya
“Daging sapi untuk topping mie nya juga dimasak dengan api sangat kecil, sehingga tekstur dari daging sapinya akan terjaga,” tambahnya. Rasakan kelezatan sajian mie Cina ini dengan harga Rp57.000.
“Uniknya, ketika menyantap ketiga varian mie tersebut, masing-masing sensasinya akan berbeda, nya akan berbeda, meski menggunakan kuah yang sama,” tutupnya